Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,
Table of Contents
LUMAJANG, KOMPAS.com – Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa melintasi aliran Sungai Regoyo dengan bantuan alat berat, Senin (22/12/2025). “Mau ke pesantren ngirim anak, enggak bisa nyebrang karena terlalu dalam sungainya,” kata Supiati, salah satu warga di Jugosari, Senin (22/12/2025).
Akses utama warga yakni Jembatan Limpas yang membentang di atas Sungai Regoyo terputus akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Minggu (21/12/2025) sore. Kondisi dasar sungai pascabanjir yang semakin curam membuat warga kesulitan melintas, ditambah aliran air yang masih sangat deras dan membahayakan keselamatan.
Warga yang hendak beraktivitas ke luar dusun pun terpaksa meminta bantuan ekskavator yang kebetulan tengah bekerja melakukan penyudetan arus di lokasi tersebut. Supiati mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menyeberangi sungai dengan alat berat. Baca juga:
Tenda Pengungsi di Semeru Kosong, Warga Memilih Pulang ke Rumah atau Ngontrak 16 Orang Tewas, Berikut Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Semarang Artikel Kompas.id “Ya takut, ini baru pertama jadi ndredek (jantung berdebar),” tambahnya. Kepala Desa Jugosari, Mahmudi, menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa saat ini belum bisa melakukan perbaikan permanen.
Hal ini dikarenakan aliran Sungai Regoyo hampir setiap hari diterjang banjir lahar hujan susulan dari Gunung Semeru. “Ya bagaimana kondisi saat ini ya kita harus diam dulu sambil menunggu musim banjir ini selesai,” kata Mahmudi. Saat ini, pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten tengah membahas dua alternatif solusi untuk akses warga Dusun Sumberlangsep. Rencana pertama adalah membangun jembatan gantung, namun terkendala anggaran yang cukup besar.

Post a Comment